Orang Kaya yang Ingin Lantai Tiga tetapi Tidak Mau Membangun Lantai Pertama

Sebuah perumpamaan jenaka dari Baiyu Jing tentang orang kaya yang menginginkan lantai paling indah tanpa mau membangun fondasinya—dan mengapa jalan pintas sering membuat kita tidak pernah sampai ke tujuan.

Bunbun

Ringkasan Cerita

Alur Cerita dalam 3 Adegan

Gambaran singkat sebelum mengikuti kisah selengkapnya.

Pembuka

Seorang kaya menginginkan lantai tiga sebuah rumah, tetapi tidak mau membangun lantai pertama dan kedua. Bisakah hasil akhir berdiri tanpa proses yang menopangnya?

Perjalanan

Ia mendesak tukang membangun hanya bagian yang terlihat paling indah, seolah fondasi dan tahap-tahap sebelumnya hanyalah pemborosan waktu.

Jawaban

Permintaannya mustahil karena lantai atas tidak dapat berdiri sendiri. Baiyu Jing memakai humor ini untuk mengingatkan bahwa latihan, keterampilan, dan perubahan hidup memerlukan dasar—jalan pintas sering hanya memindahkan masalah.

Daftar Isi

Halo, aku Bunbun.

Ada keinginan yang terdengar masuk akal sampai kita memikirkan caranya. Kita ingin hasil yang bagus, tetapi tidak sabar menjalani tahap-tahap yang membuat hasil itu mungkin.

Sebuah perumpamaan pendek dalam Baiyu Jing 百喻經 menggambarkannya dengan cara yang lucu: seorang kaya ingin memiliki lantai tiga yang indah, tetapi ia tidak mau membangun lantai pertama dan kedua.

Ia menginginkan puncaknya, tetapi menolak apa pun yang harus menopang puncak itu.

Catatan Bunbun

Rumah Tiga Lantai yang Membuatnya Iri

Pada suatu masa, hiduplah seorang kaya yang oleh teks digambarkan sebagai orang bodoh dan tidak memahami banyak hal. Suatu hari ia berkunjung ke rumah orang kaya lainnya.

Di sana ia melihat sebuah bangunan tiga lantai yang tinggi, luas, indah, lapang, dan terang. Ia langsung terpikat.

Dalam hati ia berpikir: Aku juga punya banyak uang. Hartaku tidak kalah darinya. Mengapa selama ini aku tidak membangun rumah seperti itu?

Ia pun memanggil seorang tukang kayu dan bertanya apakah ia mampu membangun rumah seindah bangunan yang baru dilihatnya. Sang tukang menjawab bahwa justru dialah yang membangun rumah tersebut.

Orang kaya itu senang. Ia segera memerintahkan sang tukang membuatkan bangunan yang sama.

Orang kaya mengagumi rumah tiga lantai yang indah dan ingin memiliki bangunan serupa

Tetapi Mengapa Mulai dari Bawah?

Sang tukang mulai bekerja sebagaimana orang membangun rumah: menyiapkan tanah, membuat dasar, menyusun bahan, lalu mulai membangun bagian bawah.

Para tukang membangun rumah tiga lantai secara bertahap mulai dari fondasi dan lantai bawah

Melihat pekerjaan itu, si orang kaya kebingungan. Ia bertanya apa yang sedang dibuat.

“Rumah tiga lantai,” jawab sang tukang.

Jawaban berikutnya membuat seluruh perumpamaan ini hidup lebih dari seribu tahun.

“Aku tidak menginginkan dua lantai di bawah. Buatkan saja lantai paling atas terlebih dahulu.”

Adaptasi dari 三重樓喻, Baiyu Jing

Sang tukang mencoba menjelaskan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dijelaskan: tanpa lantai pertama, tidak mungkin ada lantai kedua; tanpa lantai kedua, tidak mungkin ada lantai ketiga.

Tetapi orang kaya itu tetap bersikeras. Ia hanya menginginkan bagian paling atas.

Orang kaya menunjuk bayangan lantai tiga yang mengambang sementara tukang menjelaskan pentingnya fondasi

Ketika orang-orang mendengar permintaan itu, mereka menertawakannya. Bagaimana mungkin seseorang mendapatkan lantai paling atas tanpa membangun bagian di bawahnya?

Kita Mungkin Tidak Jauh Berbeda

Mudah menertawakan orang kaya itu karena kebodohannya begitu terlihat. Tetapi perumpamaan bekerja seperti cermin: setelah kita selesai tertawa, pertanyaannya berbalik kepada kita.

Berapa kali kita juga menginginkan “lantai tiga”?

  • Ingin bijaksana, tetapi tidak mau belajar.
  • Ingin batin tenang, tetapi tidak mau melatih perhatian.
  • Ingin hubungan yang baik, tetapi enggan belajar mendengar dan meminta maaf.
  • Ingin berhasil, tetapi ingin melewati masa ketika kemampuan kita masih biasa-biasa saja.
  • Ingin memahami Dhamma yang dalam, tetapi meremehkan latihan dasar.

Kita tidak menyebutnya lantai tiga. Kita menyebutnya hasil, pencapaian, kedamaian, keberhasilan, atau kebijaksanaan. Tetapi persoalannya sama: kita tertarik pada sesuatu yang terlihat di atas dan mudah lupa bahwa yang menopangnya justru bagian yang tidak terlalu menarik.

Lantai 1 — Dasar

Hal-hal sederhana yang harus dilakukan berulang kali: belajar, berlatih, menjaga kebiasaan, mengakui kesalahan, dan membangun disiplin.

Lantai 2 — Pertumbuhan

Kemampuan mulai terbentuk. Kita memahami lebih banyak, tetapi masih harus sabar dan terus memperbaiki diri.

Lantai 3 — Hasil

Bagian yang biasanya terlihat oleh orang lain. Tetapi ia hanya dapat berdiri karena dua lantai sebelumnya sudah ada.

Bangunan tiga tingkat yang menunjukkan proses dari fondasi, pembangunan lantai tengah, hingga lantai atas

Makna Buddhis dalam Baiyu Jing

Baiyu Jing tidak berhenti pada cerita tentang konstruksi bangunan. Setelah perumpamaan itu, teks sendiri memberikan penjelasan Buddhisnya.

Orang kaya tersebut dibandingkan dengan praktisi yang malas menghormati dan melatih diri dalam kaitannya dengan Tiga Permata, tetapi langsung menginginkan buah tertinggi dari jalan.

Teks memberi contoh seseorang yang tidak menginginkan buah-buah sebelumnya dan hanya ingin mencapai tingkat Arahat. Pesannya sederhana: pencapaian spiritual pun tidak muncul dengan melewati sebab-sebab yang diperlukan.

Jalan pintas tidak selalu memperpendek perjalanan. Kadang ia justru menghilangkan jalan yang membuat kita bisa sampai.

Catatan Bunbun

Mengapa Kita Sering Tergoda Lantai Tiga?

Karena lantai tiga terlihat. Fondasi tidak.

Kita melihat seseorang yang pandai berbicara, tetapi tidak melihat bertahun-tahun ia membaca. Kita melihat orang yang tenang menghadapi masalah, tetapi tidak melihat latihan batin yang dilakukan ketika tidak ada orang memperhatikan.

Hasil memiliki daya tarik. Proses sering membosankan.

Namun kehidupan punya aturan yang mirip bangunan: semakin tinggi sesuatu ingin kita bangun, semakin penting apa yang berada di bawahnya.

Bunbun dan kucing

Catatan Bunbun

Catatan kecil: Bunbun sedang menuliskan bagian yang paling berkesan dari kisah ini. Kamu boleh berhenti sejenak dan mencatat hal yang ingin kamu ingat.

Bunbun menulis catatan bersama kucing krem oranye

Aku rasa kita semua pernah menjadi orang kaya dalam cerita ini.

Ada masa ketika aku juga ingin cepat sampai pada sesuatu, lalu merasa bagian dasarnya terlalu lambat, terlalu kecil, atau tidak cukup menarik.

Padahal mungkin justru pekerjaan yang tidak terlihat itulah yang paling menentukan.

Membaca satu halaman. Berlatih sedikit setiap hari. Menepati satu janji kecil. Mengendalikan satu ucapan yang seharusnya tidak perlu keluar. Mengulang sesuatu sampai kita benar-benar mengerti.

Tidak ada yang tampak seperti “lantai tiga”. Tetapi dari situlah lantai tiga akhirnya dapat berdiri.


Bunbun dan kucing duduk di depan bangunan tiga lantai yang masih dalam proses pembangunan

Tidak Ada Lantai Tiga yang Mengambang di Udara

Perumpamaan 三重樓喻 lucu karena permintaan si orang kaya mustahil secara fisik. Tetapi justru karena begitu sederhana, pesannya sulit dilupakan.

Dalam belajar, bekerja, membangun hubungan, maupun menjalani latihan batin, ada hal-hal yang memang harus dibangun dari bawah.

Kita boleh mempunyai cita-cita setinggi lantai tiga.

Hanya saja, besok pagi mungkin pekerjaan kita tetap sama: meletakkan batu pertama dengan benar.

Referensi & Bacaan Lanjutan

Jejak bacaan: Daftar berikut membantu pembaca menelusuri sumber, terjemahan, dan bacaan lanjutan yang berkaitan dengan kisah ini.

Bunbun menunjukkan buku referensi bersama kucing krem oranye

Sumber primer: Baiyu Jing 百喻經,卷第一, perumpamaan no. 10 三重樓喻 (Perumpamaan Rumah/Loteng Tiga Tingkat), Taishō Tripiṭaka no. 209. Teks mencatat karya ini disusun oleh Saṅghasena (僧伽斯那) dan diterjemahkan oleh Guṇavṛddhi / 求那毘地 pada masa Liu Song–Southern Qi.

Bunbun dan kucing

Yang Bunbun Catat

Jangan malu kalau hari ini kita masih berada di lantai pertama.

Yang penting bukan terlihat tinggi lebih cepat daripada orang lain.

Yang penting adalah membangun sesuatu yang tidak roboh ketika kita akhirnya sampai di atas.

Bunbun dan kucing menemani memilih bacaan
🐾

Apa yang sedang kamu rasakan?

Pilih perasaanmu dan temukan cerita yang mungkin bisa menemani.

Bacaan ini hadir sebagai teman dan inspirasi, bukan pengganti bantuan profesional.

Bagikan cerita ini Kalau terasa bermanfaat, kirimkan ke teman.
WA f @

Tombol ↗ membuka menu berbagi HP—Instagram, TikTok, DM, Messenger, dan aplikasi lain akan muncul bila didukung perangkat.

Share This Article