Tag: Jataka

Raja Rusa yang Menjadikan Tubuhnya Jalan bagi Kawanannya

Kisah Liudu ji jing no. 57 tentang pemimpin yang menanggung luka demi keselamatan kawanannya—dan belas kasih yang mampu…

Pengemis yang Mengajarkan Arti Memberi kepada Seorang Raja

Ia tidak meminta kepada semua orang. Ia menunggu seseorang yang benar-benar mampu menolong—lalu membuat seorang raja belajar bahwa…

Pangeran yang Meninggalkan Istana demi Menepati Janji

Dasaratha Jātaka (Ja 461): ketika kesetiaan pada amanat lebih berat daripada meninggalkan istana—dan berbeda dari Rāmāyaṇa yang paling…

Raja yang Memberikan Matanya kepada Orang Buta

Ketika seorang peminta tidak menginginkan emas, melainkan cahaya untuk melihat dunia.

Dua Sahabat yang Tidak Saling Meninggalkan dalam Kesulitan

Ketika terbang menjauh adalah pilihan termudah, Sumukha justru kembali ke sisi sahabatnya.

Burung yang Memilih Menepati Janjinya

Ketika kawanan terbang menyelamatkan diri, Sumukha justru kembali—bukan karena ia tak takut, melainkan karena kesetiaan baru berarti saat…

Seekor Burung yang Membalas Kebaikan dengan Kesetiaan

Kisah Mahāsuka Jātaka tentang burung nuri yang tetap setia kepada pohon tua yang dahulu memberinya rumah, makanan, dan…

Gajah Putih yang Tetap Menolong Orang yang Mengkhianatinya

Kisah Sīlavanāga Jātaka tentang gajah putih yang menolong manusia tersesat, lalu tetap menjaga belas kasih ketika kebaikannya dibalas…

Empat Sahabat yang Belajar Menghormati yang Lebih Tua

Kisah Tittira Jātaka dan ikon Empat Sahabat Harmonis tentang mengapa hormat kepada yang lebih tua bukan soal takut,…

Monyet yang Tetap Menolong Orang yang Hendak Membunuhnya

Ia diselamatkan dari jurang, lalu mengangkat batu untuk membunuh penyelamatnya.

Gajah yang Menyelamatkan Para Pengembara dari Kematian

Ia mendengar jeritan orang-orang asing—lalu memikirkan bukan hanya dahaga mereka, tetapi juga perjalanan setelahnya.

Raja yang Rela Kehilangan Segalanya daripada Melanggar Janji

Kisah Mahāsutasoma Jātaka tentang Raja Sutasoma yang lebih takut mengingkari janji daripada kehilangan kerajaan, keluarga, bahkan hidupnya sendiri.